![]() |
| Foto Dok |
PRO INDRAMAYU BARAT, SUKRA - Petani di wilayah pantura Kecamatan
Sukra bersiap menyambut musim tanam
I (rendeng) tahun 2025/2026.
Sebanyak 3.445 hektar lahan
sawah yang tersebar di 8 desa ditetapkan sebagai target percepatan tanam guna
mengoptimalkan produksi pertanian di wilayah paling barat Bumi
Wiralodra tersebut.
Namun sayangnya, petani di sana masih kekurangan traktor.
Camat Sukra Sigit
Widiyanto menjelaskan, Pemcam bersama seluruh pemangku kepentingan dan para
petani berkomitmen menyukseskan musim tanam rendeng tahun ini dengan
mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
“Kita ingin
memaksimalkan musim tanam satu atau tanam rendeng di Kecamatan Sukra agar hasil
panen benar-benar optimal. Apalagi kita memiliki 3.445 hektar lahan sawah yang
menjadi target tanam,” tegas Sigit saat meninjau pembangunan Bendungan Kali
Mang Setan, Kamis (8/1/2026).
Untuk mendukung
percepatan tanam, Kecamatan Sukra saat ini telah menggerakkan 87 unit alat dan mesin
pertanian (alsintan) berupa traktor roda dua yang tersebar di berbagai desa.
Namun jumlah tersebut
dinilai masih belum ideal jika dibandingkan dengan luas lahan yang ada.
“Dengan luas sawah
3.445 hektar, idealnya Kecamatan Sukra memiliki sekitar 172 unit traktor,
dengan perbandingan satu traktor menggarap 20 hektar. Saat ini kita baru
memiliki 87 unit,” jelasnya.
Pun demikian, pihaknya berharap sinergi antara petani, penyuluh, dan seluruh pihak terkait dapat
mempercepat musim tanam serta menjaga ketahanan pangan di wilayah Sukra.
Sementara itu,
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sukra, Johan Junaedi, menyebutkan
kebutuhan pupuk untuk mendukung musim tanam rendeng tahun ini cukup besar.
Tercatat, kebutuhan
pupuk urea mencapai 946.287 kilogram, sedangkan pupuk NPK sebanyak 860.746
kilogram. (*)

Komentar0