![]() |
| Foto Istimewa: Bangunan kandang ayam di Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu ludes terbakar, Sabtu (13/1/2024). |
PROINBAR.COM, GANTAR – Dua bangunan kandang ayam di Blok Bantarejo RT 027 RW 007 Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, ludes terbakar, Sabtu (13/1/2024).
Kebakaran hebat itu dilaporkan terjadi pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIB. Beruntung kandang dalam kondisi kosong. Karena puluhan ribu ayam yang diternak baru saja dipanen.
Namun demikian, kerugian pemilik diperkirakan tidak main-main. Ditaksir miliaran rupiah. Pasalnya, nyaris seluruh bangunan kandang ayam tak lagi bisa dipergunakan. Hangus, bahkan sebagiannya jadi arang. Tersisa kerangka.
Sedangkan semua peralatan yang ada, termasuk blower, puluhan gas elpiji maupun penghangat ruangan ikut dilahap si jago merah.
Camat Gantar, Iim Nurohim membenarkan peristiwa kebakaran itu. Pihaknya menerima laporan dari warga dan langsung bergegas ke TKP. Bersama jajaran kepolisian, TNI dan Satpol PP.
“Dilaporkan terbakar sekitar pukul setengah enam pagi. Korban jiwa tidak ada. Kandang dalam keadaan kosong,” kata dia.
Mobil Damkar Unit Pantura Patrol kemudian dihubungi. Tiba dilokasi, petugas Damkar langsung berjibaku memadamkan api yang sudah memakan seluruh area kandang ayam tersebut.
Saat petugas memadamkan api, nampak asap tebal dan api sudah menelan semua bangunan kandang ayam. Kobaran api yang sudah terlanjur mengganas sulit dijinakkan. Menjelang siang, amukan si jago merah akhirnya berhasil dijinakkan.
Camat Iim mengungkap, dua plan kandang yang terbakar itu milik salah seorang pengusaha bernama Yani. Dia pun memperkirakan, kerugian pemilik sangat besar. “Totalnya bisa mencapai Rp6 miliar,” sebutnya.
Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Tapi diduga asal muasal api di kandang ayam yang terbuat dari material yang mudah terbakar itu dipicu korsleting atau hubungan pendek arus listrik.
Demi menghindari kasus serupa, dia mengimbau para pengusaha ternak ayam maupun masyarakat lainnya mengecek secara rutin instalasi listrik yang digunakan. (JPI-01)
