![]() |
| DR Dra Hj Siti Ubaedah MM bersama Kungfu Chef Muto |
PRO INDRAMAYU BARAT, GANTAR – Uji kompetensi bagi para cook Satuan
Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali digelar di wilayah
barat Kabupaten Indramayu (Inbar).
Kali ini bertempat di Café Elvano’s
Gantar.
Diikuti sebanyak 14 cook SPPG,
kegiatan berlangsung selama dua hari yakni Sabtu-Minggu (18-19/4/2026).
Dilaksanakan oleh
Badan Nasional
Sertifikasi Profesi (BNSP) bersama Lembaga Pelatihan
LKP-KBBI serta Lembaga Sertifikasi LSP-JBI.
Uji kompetensi yang kedua
kalinya dihelat ini terasa spesial. Lantaran hadirnya celebrity chef populer Indonesia, yaitu Kungfu Chef
Muto.
Chef eksentrik bernama
lengkap Mutofik Sultoni sengaja hadir untuk memberikan pelatihan langsung (live
cooking) dan demonstrasi teknik memasak, yang menggabungkan atraksi ala
Kungfu dengan keahlian kuliner.
Tentu saja, ini memberikan pengalaman yang luar biasa bagi para peserta.
Ketua penyelenggara, DR Dra Hj Siti Ubaedah MM menjelaskan, uji kompetensi ini diadakan kembali untuk mendorong seluruh tenaga pengolah makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki standar keahlian dan kompetensi profesional di bidang tata boga dan gizi masyarakat.
Tak hanya itu, uji kompetensi ini diadakan menyusul keluarnya aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Yang mewajibkan setiap koki di SPPG untuk memiliki sertifikat dari lembaga.

Suasana uji kompetensi cook SPPG program MBG di Elvano's Cafe Gantar, Sabtu-Minggu (18-19/4/2026)
“Kami kembali mengadakan uji kompetensi ini juga sebagai bentuk kontribusi dalam memastikan tenaga pengelola makanan di dapur SPPG memiliki standar kompetensi yang terukur dan bersertifikat nasional. Demi suksesnya program MBG,” terang Umi, sapaan akrab Siti Ubaedah.
Mayoritas peserta, sebut dia, berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Indramayu. Diantaranya Kecamatan
Haurgeulis, Bongas, Sindang, Lelea, Kandanghaur, Gabuswetan, Kedokanbunder dan
Kecamatan Sukra.
“Terbanyak dari SPPG di wilayah Indramayu. Ada juga peserta dari luar
daerahnya,” kata dia.
Dalam proses uji
kompetensi, setiap peserta diwajibkan mengikuti beragam materi.
Mulai dari praktek memasak, planting makanan sampai wawancara uji
kompetensi.
Kemudian kelayakan menu,
kebersihan, serta kandungan gizinya menjadi aspek penting dalam penilaian.
“Dengan adanya sertifikasi ini, para cook dapur MBG diharapkan mampu memberikan pelayanan pemenuhan gizi yang lebih baik. Kemudian, selain meningkatkan kualitas para juru masak, sertifikasi
ini juga menjadi upaya untuk menjamin bahwa penyajian makanan di dapur MBG
sesuai dengan aturan baku BGN dan petunjuk
teknis sertifikasi nasional,” terangnya.
Umi berharap, uji kompetensi
bagi para cook SPPG ini dapat
dilaksanakan secara berkesinambungan.
Sehingga kedepannya, seluruh dapur MBG di Kabupaten Indramayu dikelola oleh tenaga yang telah tersertifikasi dan bekerja berdasar standar baku gizi nasional.
Sementara itu, Kungfu Chef
Muto memberikan apresiasi kepada para peserta uji
kompetensi.
Menurutnya, meski otodidak, mayoritas
peserta memiliki pengetahuan, keterampilan, serta disiplin yang cukup baik dalam
mengolah sampai menyajikan makanan sesuai standar keamanan pangan dapur SPPG MBG.
“Kita hadir untuk meningkatkan kompetensi para koki SPPG MBG agar memenuhi standar pelayanan yang unggul, aman, dan bergizi. Karena koki SPPG tidak hanya mampu memasak, tetapi juga harus disiplin dalam menjaga standar kebersihan dan nutrisi untuk program MBG,” jelasnya. (Kho)

