![]() |
| Wisuda Mahasantri MTKD Al Ikhlas Haurgeulis, Sabtu (11/4/2026) |
PRO INDRAMAYU BARAT, HAURGEULIS - Majelis Taklim Konversi Diniyah (MTKD) Al Ikhlas
Kecamatan Haurgeulis sukses menggelar
acara wisuda mahasantri angkatan ke-I.
Wisuda perdana bertempat di
aula Gedung Giwangkara SMK Muhammadiyah Haurgeulis ini dihelat, Sabtu
(11/4/2026).
Acara ini menjadi momen penting bagi para mahasantri yang telah menuntaskan masa pembelajaran non-formal selama tiga
tahun di MTKD Al Ikhlas Haurgeulis.
Disebut mahasantri, lantaran
peserta didik MTKD ini adalah emak-emak alias ibu rumah tangga.
Dengan penuh kebanggaan, mereka menerima sertifikat
kelulusan sebagai simbol kesuksesan para wisudawan menuntut ilmu agama.
Acara wisuda dihadiri oleh sejumlah pejabat. Diantaranya Kasi Binmas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu, H
Rosidi Rahman SAg, MM, Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Dr H Aspuri, Ketua
IPARI, H Ikhwanudin serta Direktur MTKD Kabupaten Indramayu H Moh Ali
Nurhidayat.
Kemudian Camat Haurgeulis Rory
Firmansyah SSTP, MSi, Kepala KUA Haurgeulis, Mohder Punayan SAg MHI, Ketua MUI
Haurgeulis, H Bakhrudin MPd, SH, wali santri serta para tamu undangan.
Kepala MTKD Al Ikhlas
Haurgeulis, Dra Nuraliyah Suryaningsih MpdI menyebutkan, angkatan pertama yang
diwisuda sebanyak 11 orang.
Mereka sebelumnya telah
mengikuti pembelajaran selama 3 tahun.
“Awalnya berjumlah 47 orang.
Namun karena ada kendala dan sebagainya, hingga akhirnya yang mengikuti program
hingga tuntas sampai tiga tahun sebanyak 11 orang,” katanya.
“Insyaallah, para lulusan ini
akan mampu mengamalkan ilmu yang didapat di tengah masyarakat,” harapnya.
Direktur MTKD Kabupaten
Indramayu H Moh Ali Nurhidayat menjelaskan, MTKD merupakan lembaga pendidikan nonformal majelis taklim
yang pembelajarannya terstruktur menggunakan kurikulum model pendidikan Diniyah
atau Madrasah.
MTKD bertujuan untuk
meningkatkan pemahaman keagamaan santri melalui pendekatan sistematis dan
terstruktur.
Model pembelajaran berbasis kurikulum ini diharapkan tidak hanya
menghasilkan santri yang paham agama, tetapi juga mampu menjadi penggerak
kebaikan di lingkungannya.
“Jadi wajahnya majelis taklim, ijin operasionalnya majelis takilim, tapi
ruhnya itu adalah Madrasah Diniyah,” ujarnya.
MTKD diinisiasi dan merupakan program unggulan Penyuluh
Agama Islam Kementerian Agama yang berperan
dalam menjawab tantangan keagamaan di era modern dengan memberikan dasar
pemahaman agama yang lebih sistematis kepada masyarakat.
Melalui MTKD diharapkan dapat menambah khazanah pendidikan
agama non formal di masyarakat.
Moh Ali Nurhidayat menambahkan,
didukung para Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama, sampai saat ini terdapat 5 kelompok belajar MTKD di Bumi Wiralodra.
Yakni Kecamatan Haurgeulis,
Indramayu, Sindang, Kandanghaur dan Kroya.
“Mudah-mudahan kedepannya,
jumlah MTKD terus bertambah seiring dukungan penuh dari berbagai pihak. Termasuk
dari Pemkab Indramayu dalam upaya
memberantas buta aksara Alquran, serta meningkatkan
pendidikan akhlak dan ilmu-ilmu keagamaan di kalangan masyarakat,” doanya.
Sementara itu, Kasi Binmas
Islam Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu, H Rosidi Rahman SAg, MM memberikan apresiasi
sekaligus ucapan selamat kepada para mahasantri yang telah
berhasil menyelesaikan perjalanan spiritual dan akademik mereka.
Dia menegaskan pentingnya
momen wisuda ini, bukan hanya sebagai penanda kelulusan. Tetapi
juga sebagai awal dari pengabdian yang lebih besar dalam masyarakat.
Rosidi Rahman pun juga mendorong
agar jumlah lokus MTKD terus diperbanyak.
Mengingat, jumlah majelis
taklim di Kabupaten Indramayu sangat banyak. Mencapai 2.221 kelompok yang
tersebar di 31 kecamatan dan 317 desa.
“MTKD Al Ikhlas telah menjadi pilar penting dalam pendidikan
agama di Kabupaten Indramayu. Saya berharap, ke
depan, lembaga ini terus berkembang dan semakin berkontribusi dalam mencetak lulusan yang mampu menjadi sebagai duta-duta agama di tengah masyarakat,” tandasnya. (Kho)
