![]() |
| Camat Sigit Widiyanto bersama Kang Pendi meninjau Dapur MBG Hj Nani, Jumat (23/1/2026) |
PRO INDRAMAYU BARAT, SUKRA - Keberadaan Satuan
Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Hj Nani, diapresiasi banyak pihak.
Dapur penyedia Makan Bergizi
Gratis (MBG) yang berlokasi di tepi jalan raya pantura Desa Sukra Wetan, Kecamatan Sukra
ini disebut memiliki standarisasi di atas rata-rata.
Lantas apa keunggulan
dari dapur SPPG yang
dikelola Yayasan Al Ashry ini?
Camat Sukra, Sigit Widiyanto berkesempatan meninjau fasilitas hingga standar kebersihan dan keamanan pangan yang diterapkan di SPPG tersebut.
Peninjauan dilakukan bersamaan dengan acara syukuran jelang operasional Dapur
MBG Hj Nani yang digelar, Jumat (23/1/2026).
Dia tidak sendirian. Ikut serta unsur Forkompimcam dari TNI, Polri, Kuwu, para kepala sekolah dan tamu undangan.
Camat Sigit Widiyanto mengapresiasi SPPG Dapur MBG Hj
Nani.
Dia menyebut, Dapur MBG Hj Nani menjadi salah satu SPPG terbaik yang ada di wilayah tugasnya.
"Dari SPPG yang sudah saya kunjungi, tempat ini termasuk yang terbaik.
Standarnya sangat tinggi, modern, bersih, aman, dan lengkap," kata dia.
Pihaknya
optimis, keberadaan SPPG ini menjadi langkah strategis memperkuat
program MBG dan menekan
angka stunting hingga nol (zero stunting).
Sementara itu, dari keterangan
yang didapatkan ProInbar.com, Dapur MBG Hj Nani ini berdiri diatas
lahan seluas sekitar 2000 m2.
Sedangkan bangunannya memiliki luas lebih dari 800 meter persegi.
Konstruksinya mengacu
pada standar nasional dengan ketentuan yang ketat untuk menjamin keselamatan,
ketahanan bangunan, serta kelayakan operasional.
Dari sisi fungsi, dapur MBG Hj Nani dilengkapi dengan standar
keamanan tinggi, termasuk sistem pengolahan limbah IPAL, sistem ventilasi
udara, sistem pemadam kebakaran, sistem pengawasan CCTV hingga jaringan teknologi informasi
(ICT).
Seluruh spesifikasi ini dirancang untuk memastikan SPPG
beroperasi secara aman, higienis, dan berkelanjutan dalam mendukung program MBG.
“Sudah
direnovasi sesuai standarisasi dari BGN. Fasilitasnya lengkap semua. Dapur
berstandar modern,” ucap pembina Yayasan Al Ashry, H Iskandar Syaefullah.
Hidangan yang
disajikan oleh Dapur MBG Hj Nani dipastikan memenuhi standar gizi yang ditetapkan.
Sebelum operasional, seluruh relawan
yang bertugas di dapur maupun lini pelayanan gizi telah mendapatkan
pelatihan secara intens terlebih dahulu.
Para tenaga pendukung
memiliki keterampilan yang memadai, baik dalam aspek higienitas, teknik
pengolahan, maupun manajemen distribusi pangan.
“Juru masak kami sebelumnya
sudah mengikuti uji kompetensi cook Dapur MBG. Tempatnya juga disini,” sambung DR Dra Hj
Siti Ubaedah MM.
Uji kompetensi bagi para juru
masak tersebut, diselenggarakan oleh Lembaga
Sertifikasi Profesi (LSP) bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi
Profesi (BNSP).
Tujuannya mendorong seluruh tenaga
pengolah makanan dalam program MBG memiliki standar keahlian dan kompetensi
profesional di bidang tata boga dan gizi masyarakat.
Uji kompetensi ini diadakan menyusul keluarnya aturan dari BGN. Yang mewajibkan setiap koki di SPPG untuk memiliki
sertifikat dari lembaga.
Hal ini merupakan
prosedur operasi standar (SOP) baru buntut maraknya kasus keracunan MBG di
berbagai daerah.
“Kami mengadakan uji kompetensi ini juga sebagai bentuk kontribusi dalam memastikan tenaga pengelola makanan di dapur SPPG memiliki standar kompetensi yang terukur dan bersertifikat nasional. Demi suksesnya program MBG,” ucap Siti Ubaedah.
“Program MBG ini menyentuh langsung kebutuhan gizi
anak-anak di sekolah. Karena itu, kompetensi para chef yang menyiapkan makanan harus benar-benar terjamin,” jelasnya. (*)

Komentar0