![]() |
| Kilang Balongan meraih skor 96,21 persen berdasarkan hasil suvervisi implementasi sistem manajemen pengamanan yang dilakukan oleh Baharkan Mabes Polri/Foto Ist |
PROINBAR.COM, BALONGAN – Tim
Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) dari Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam)
Mabes Polri melakukan supervisi implementasi Sistem Manajemen Pengamanan di
Kilang Balongan.
Hal ini dilakukan sebagai
upaya meningkatkan pengamanan guna kelancaran proses bisnis yang berjalan di
Kilang Pertamina Balongan.
Supervisi yang
diketuai oleh Kombes Pol. Choiron El Atiq, SH, SIK, MH, berlangsung selama tiga
hari yakni 6-8 Agustus 2024 lalu.
Beberapa prinsip yang
dinilai pada Supervisi implementasi Sistem Manajemen Pengamanan di Kilang
Balongan di antaranya komitmen
dan kebijakan, pola pengamanan, konfigurasi pengamanan, standar kemampuan
pelaksana pengamanan, hingga monitoring dan evaluasi.
Berdasarkan supervisi
yang dilakukan bersama anggotanya tersebut, Kilang Pertamina Balongan meraih
skor 96,21%.
Hasil ini sendiri
mengalami kenaikan dibandingkan hasil audit Sistem Manajemen Pengamanan Tahun
2022 dengan skor akhir 87%.
Hal tersebut
dipaparkan Choiron pada agenda closing meeting kegiatan supervisi yang
berlangsung di Ruang Strategic Command Center RU VI, yang dihadiri General
Manager PT KPI Unit VI Balongan Sugeng Firmanto bersama Tim Manajemen RU VI, Minggu (11/8/2024).
“Ini adalah hasil yang
bagus dan maksimal, jangan menurunkan aspek pengamanan. Segera lakukan
perbaikan terhadap temuan di lapangan,” ujar Kombes Pol Choiron.
Pada kesempatan
tersebut, Brigjen Pol Drs Hudit Wahyudi, MHum, MSi selaku Dosen Utama TK II
Akademisi Kepolisian menyampaikan, Pertamina sebagai industri migas memang
sudah selayaknya untuk menjaga agar wilayah operasioanl selalu dalam keadaan
kondusif dan tidak boleh terjadi insiden.
Hal tersebut dikatakan
Hudit mengingat Pertamina merupakan perusahaan yang bertugas dalam menyuplai
kebutuhan energi dalam negeri.
Bukan hanya itu,
lanjutnya, sertifikasi aspek keamanan kilang ini juga sangat dibutuhkan karena
hubungan industri dunia saat ini memandang perlu sertifikasi pengamanan karena
menjadi tolak ukur kompetensi yang dimiliki perusahaan migas.
“Yang dilakukan RU VI
sudah sangat baik, menjalin sinergi dan komunikasi dengan banyak pihak, baik
dengan Polri, TNI, BNPT dan lingkungan sekitar,” terang Brigjen Pol Hudit.
Sementara itu, General
Manager PT KPI Unit VI Balongan Sugeng Firmanto mengatakan kehadiran Tim Wasdal
ini sangat berarti dalam menjaga kehandalan kinerja keamanan kilang Balongan,
demi kelancaran operasional kilang dan HSSE excellent.
“Apresiasi untuk semua
yang terlibat sehingga hasil Supervisi Wasdal kita melewati Gold pada Audit
Tahun 2022,” ujarnya. (JPI/rls)
