![]() |
| Ihsan Mahfudz |
PRO INDRAMAYU BARAT - Gagasan
dan implementasi pembangunan Titik Nol Kilometer (0 KM) Indramayu Barat (Inbar) yang terus disuarakan Lucky Hakim–Syaefudin
sebagai bentuk konsistensi politik yang layak diapresiasi publik.
Hal itu dikemukakan Ketua
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Indramayu, Ihsan Mahfudz.
Menurutnya, dalam praktik demokrasi, konsistensi antara
janji politik dan arah kebijakan merupakan faktor penting dalam membangun
kepercayaan masyarakat.
“Politik tidak cukup
hanya dengan janji. Ketika sebuah gagasan terus dijaga dan dikaitkan dengan
pemerataan pembangunan, itu menunjukkan adanya konsistensi politik yang patut
dicatat secara objektif,” terang Ihsan, Senin (22/12/2025).
Ia menilai, penempatan
0 KM di Inbar bukan semata simbol
geografis. Melainkan pernyataan politik
tentang keberpihakan pada wilayah yang selama ini berada di luar pusat
pertumbuhan, jauh dari akses pelayanan publik serta persoalan lain yang
menyebabkan rantai kemiskinan belum di putus di Kabupaten Indramayu.
“Indramayu Barat punya
posisi strategis. Jika dijadikan 0 KM, itu berarti ada keberanian politik untuk
menggeser orientasi pembangunan agar lebih berkeadilan,” jelas owner Media Fokus Pantura ini.
Meski demikian, Ihsan
menegaskan bahwa konsistensi narasi harus diikuti dengan langkah konkret.
Ia mengingatkan agar
simbol 0 KM tidak berhenti pada monumen, tetapi menjadi pintu masuk penguatan
infrastruktur, pelayanan publik, dan ekonomi masyarakat.
Maka dibutuhkan
penyusunan program yang terus berkelanjutan sesuai arah kebijakan Visi
Indramayu Reang.
“Di sinilah peran pers
dan masyarakat sipil mengawal agar janji politik yang konsisten benar-benar
diwujudkan dalam kebijakan nyata,” tegasnya.
SMSI Indramayu, kata
Ihsan, akan terus menjalankan fungsi pers sebagai pengawas publik yang
objektif, kritis, dan konstruktif terhadap setiap agenda pembangunan daerah. (rls)
