![]() |
| PLTU Indramayu/Foto Ist |
PRO INDRAMAYU BARAT - Wilayah pesisir pantura
Kecamatan Sukra sejak lama bakal dijadikan sebagai salah satu wilayah Kawasan
Peruntukan Industri (KPI) di wilayah barat Kabupaten Indramayu.
Menjadi daerah penyangga keberadaan
pelabuhan Internasional Patimban Subang serta Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU) Indramayu.
Selain Kecamatan Sukra, terdapat 5
kecamatan lainnya yang juga dijadikan KIP. Yaitu Kecamatan Patrol, Tukdana,
Losarang, Balongan dan Gantar-Terisi.
Kelima wilayah Kecamatan itu berpotensi
tumbuh besar sebagai kawasan industri karena telah dan akan memiliki banyak
infrastruktur pendukung.
Keberadaan Pelabuhan Patimban, akses Tol
Cipali serta Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati akan menjadi daya
tarik para investor mengembangkan kawasan industri di sekitar wilayah tersebut.
PLTU Indramayu sendiri merupakan pembangkit
listrik tenaga uap yang berdiri di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra.
Pembangkit listrik yang dikelola oleh anak
usaha PLN, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) memiliki total kapasitas energi
sebesar 3×330 Megawatt (MW).
Energi yang dihasilkan pembangkit ini mampu
menyuplai listrik di wilayah Jawa dan Bali.
PLTU Indramayu dikenal sebagai objek vital
nasional, yang menyuplai energi listrik untuk Jawa dan Bali, utamanya kawasan
Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Pembangkit listrik Indramayu sisi utara
berbatasan langsung dengan pantai utara pulau Jawa.
Di sisi lainnya, pembangkit ini dikelilingi
oleh hijaunya persawahan.
Tak hanya kawasan industri, pesisir pantai
diwilayah paling barat Bumi Wiralodra ini juga terdapat objek wisata bahari
yang berada di Desa Ujunggebang.
Kecamatan Sukra juga memiliki ikon yang
dikenal luas secara nasional. Yakni Jembatan Sewo, jembatan terbersih di dunia.
(JPI-01)
