TfClTSA0GfroTUC5GUd9TUC8BA==

SEJARAH! Tugu 0 KM Indramayu Barat Diresmikan, Bupati Lucky Hakim; Bukan Sekedar Penanda

Prasasti peresmian Tugu 0 KM Indramayu Barat

PRO INDRAMAYU BARAT – Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, Tugu 0 Kilometer Indramayu Barat (Inbar) diresmikan, Senin (22/12/2025).

Peresmian ditandai dengan doa bersama, pemotongan nasi tumpeng dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Indramayu, Lukcy Hakim.

Turut hadir, Wakil Bupati Indramayu, H Syaefudin, jajaran Forkompimda, para Camat, Kuwu, BPD, serta para tokoh masyarakat se-Inbar.

Ribuan warga dari berbagai elemen juga turut hadir.

Tugu yang berada di Blok Harendong, Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya ini bukan sekadar penanda geografis belaka.

Melainkan sebagai simbol titik awal perjuangan, pembangunan, aspirasi, dan harapan mewujudkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Indramayu Barat. 

Berdasarkan kajian akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 2021, Desa Sukaslamet diproyeksikan menjadi ibu kota Kabupaten Inbar.

“Tugu ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol awal perjalanan kita bersama menuju pemekaran Indramayu Barat dan pemerataan pembangunan di wilayah barat,” kata Lucky Hakim.

Tugu ini juga menjadi titik awal semangat pembangunan, tekad bersama, serta representasi identitas budaya masyarakat yang harus terus dijaga bersama.

Selain menjadi penanda, kata Lucky,  Tugu Nol Kilometer dibangun sebagai pemenuhan janjinya pada saat pemilihan kepala daerah yang lalu.

Tujuannya agar wilayah Indramayu Barat makin berkembang.

"Keberadaan tugu ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat," katanya 

Meski begitu, terang Lucky, saat ini proses pemekaran daerah masih moratorium dari pemerintah pusat.

Namun, tambahnya, semangat pemekaran tidak pernah pudar, bahkan selalu hidup sebagai aspirasi masyarakat. 

Sambil menunggu moratorium dibuka, Pemkab Indramayu fokus memperkuat fondasi ekonomi di wilayah barat agar benar-benar siap saat pemekaran terwujud.

“Sambil menunggu, kami sempat berpikir jangan sampai ketika moratorium dibuka dan kita bisa mekar, ternyata kita belum siap. Secara psikologis mungkin sudah siap, tapi secara ekonomi belum,” kata Lucky.

Untuk itu, pemerintah daerah akan mendorong pengembangan kawasan industri di sejumlah kecamatan seperti Sukra, Patrol, Kandanghaur, hingga Gantar.

Selain itu, Lucky mengungkapkan rencana pembukaan exit tol baru di wilayah Gantar, tepatnya di antara KM 122 hingga KM 125.

“Di Indramayu Barat nanti akan ada banyak pabrik. Exit tol ini diharapkan bisa menopang perekonomian secara besar-besaran,” ujarnya.

D tempat yang sama, Wabup Syaefudin menambahkan, keberhasilan pembangunan tugu ini tidak lepas dari sinergi seluruh elemen yang terlibat.

Wilayah CDOB Kabupaten Indramayu Barat, yang meliputi 10 kecamatan  dengan 95 desa, menjadi pengingat bagi semuanya untuk terus bersinergi dalam membangun Indramayu yang lebih maju.

"Tugu ini menjadi lambang persatuan, titik awal pembangunan, dan penanda sejarah baru bagi masyarakat yang menatap masa depan dengan penuh harapan melalui visi Indramayu REANG," terangnya.

Dia menegaskan, bahwa daerah induk juga tengah mempersiapkan kesiapan fiskal.

Hal ini penting karena kabupaten induk wajib membiayai daerah pemekaran pada satu hingga dua tahun pertama sesuai regulasi.

“Sesuai regulasi, kabupaten induk memiliki kewajiban untuk membiayai satu sampai dua tahun. Karena itu, kita harus siap dari sisi fiskal,” tandas Syaefudin. (JPI-01)

Komentar0

Simak artikel pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih kanal favoritmu! Akses berita Proinbar.com lewat:

Advertisement


Type above and press Enter to search.

close
close