![]() |
| ist |
PRO INDRAMAYU BARAT, HAURGEULIS – Seorang pria berinisial A
R (40), warga Blok Kebon Buah, Desa Sukajati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten
Indramayu, ditemukan meninggal dunia tenggelam di area Waduk Cipancuh, Minggu
(17/5/2026) kemarin.
Jasad korban berhasil dievakuasi dari dasar waduk di Blok
Babakan Paray, Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, sekitar
pukul 11.30 WIB oleh petugas gabungan bersama warga setempat.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui
Kapolsek Gantar Iptu Sutarko, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa
petugas langsung bergerak cepat ke lokasi begitu menerima laporan dari
masyarakat.
“Setelah menerima informasi adanya orang tenggelam, personel
Polsek Gantar bersama Tim Inafis Polres Indramayu, Babinsa, dan pihak desa
segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) melakukan proses evakuasi dan
penanganan medis,” ujar Iptu Sutarko dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Peristiwa nahas ini bermula saat korban melihat unggahan di
akun Facebook milik rekannya, inisial E (28). Tertarik dengan lokasi tersebut,
keduanya sepakat untuk pergi memancing bersama.
Pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, mereka berangkat
dari rumah korban menuju area Waduk Cipancuh. Setibanya di lokasi, keduanya
berniat memancing di area seberang dan memutuskan untuk menyeberangi air waduk
dengan cara berenang.
Saksi E menyeberang terlebih dahulu. Namun, saat E sudah
sampai di seberang, ia melihat korban yang menyusul di belakangnya mulai
kesulitan berenang ketika berada di tengah waduk. Korban sempat berusaha
menyelamatkan diri dengan berpegangan pada sebatang bambu yang tertancap di
tengah air.
Melihat rekannya dalam bahaya, E berusaha berenang kembali
ke tengah untuk menolong. Sayangnya, tubuh korban dengan cepat tenggelam ke
dasar waduk, dan hanya menyisakan topinya yang mengapung di permukaan air.
Panik, E segera berlari ke area persawahan di pinggir waduk untuk
meminta pertolongan kepada warga sekitar, termasuk saksi Kenin (40) dan Anim
(45). Warga yang berdatangan sempat melakukan pencarian namun belum membuahkan
hasil.
Jasad korban akhirnya berhasil ditemukan dan diangkat dari
dalam air sekitar pukul 11.30 WIB atas kerja keras warga yang dibantu oleh
Bhabinkamtibmas Desa Situraja Bripka Arief Setiaji serta Babinsa Koramil
Haurgeulis Sertu Ade Widarya.
Menggunakan mobil ambulans, jasad korban kemudian dievakuasi
ke pemukiman penduduk sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka.
Pemeriksaan medis luar dan identifikasi langsung dilakukan
oleh Tim Medis Puskesmas Gantar bersama Tim Inafis Polres Indramayu di rumah
duka.
“Berdasarkan keterangan sementara dari Tim Medis Puskesmas
Gantar, hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda
kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Kematian murni disebabkan karena
tenggelam,” jelas Iptu Sutarko.
Pihak keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan
kepergian A R dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah serta takdir.
Keluarga juga membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan proses otopsi
lanjutan.
Dalam penanganan TKP ini, sejumlah pejabat kepolisian dan
unsur terkait turut hadir, di antaranya Kapolsek Gantar Iptu Sutarko, S.H.,
Kanit Reskrim Polsek Gantar Aiptu Toto Sugito, Kanit Provos Aiptu Ema R, Tim
SPKT Polres Indramayu yang dipimpin Ipda Dedi, Tim Siaga Sat Reskrim Polres
Indramayu, serta Kuwu Desa Situraja Ridwan Zakaria.
Terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengajak
masyarakat untuk terus menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan menjaga
lingkungan.
“Apabila masyarakat menemukan potensi gangguan kamtibmas, kami imbau untuk segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui Call Center Polri 110,” ujar AKP Tarno (rls).
