![]() |
| Direktur PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan/Ist |
PRO KOTA MANGGA, INDRAMAYU - PT
Polytama Propindo (Polytama), menegaskan komitmennya dalam membangun industri
petrokimia yang berkelanjutan, tangguh, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Guna memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan, produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia ini menggelar silaturahmi bersama media, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan ini menjadi
bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat transparansi dan membangun
pemahaman yang lebih komprehensif kepada publik mengenai peran strategis
industri petrokimia, sekaligus menginformasikan bagaimana Polytama
mengintegrasikan aspek bisnis, sosial, dan lingkungan dalam operasionalnya.
Direktur PT Polytama
Propindo, Dwinanto Kurniawan, menyampaikan bahwa Polytama tidak hanya berfokus
pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan bahwa kehadiran perusahaan
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indramayu.
“Bagi kami,
keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja produksi, maupun
angka-angka semata, namun juga dari sejauh mana kami dapat tumbuh bersama
masyarakat. Karena itu, program pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting
dalam strategi Polytama,” tutur Dwinanto.
Polytama secara
konsisten menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
(TJSL) yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk
pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kapasitas sosial.
Salah satu program
unggulan adalah Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang dijalankan bersama BKKBN
untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini di Indramayu.
Polytama berkomitmen
untuk terus mendukung program CSR bersama Pemkab Indramayu agar sesuai dengan
kebutuhan masyarakat.
Selama ini, berbagai
program telah dijalankan, seperti pembangunan Taman Kehati, pemberdayaan
masyarakat, penguatan UMKM, hingga pengelolaan sampah.
Selain itu, perusahaan
juga mendorong pemberdayaan UMKM dan keterlibatan masyarakat lokal dalam
berbagai kegiatan operasional dan sosial, sehingga menciptakan efek berganda
bagi perekonomian daerah.
Kehadiran Polytama
dinilai Bank Indonesia, turut berkontribusi dalam memperkuat ekosistem industri
dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning.
Sejalan dengan
komitmen sosial tersebut, Polytama juga menempatkan aspek keberlanjutan sebagai
fondasi utama dalam menjalankan bisnis.
Perusahaan
mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam
seluruh proses operasional, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan emisi,
hingga inovasi berbasis ekonomi sirkular.
Berbagai inisiatif
telah dijalankan, antara lain pemanfaatan limbah menjadi energi, efisiensi
penggunaan air dan energi, serta pengembangan produk ramah lingkungan.
Komitmen tersebut
tercermin dari berbagai capaian perusahaan, di antaranya perolehan PROPER Emas
secara konsisten, serta penghargaan Environmental and Social Innovation Awards
(ENSIA) 2025, termasuk kategori Platinum atas inovasi pengelolaan lingkungan.
Di sisi operasional,
Polytama juga menunjukkan kinerja keselamatan kerja yang kuat dengan capaian
jam kerja tanpa kecelakaan, serta meraih predikat “Very Good” dalam ajang
Indonesia Best Companies in HSE Implementation selama dua tahun berturut-turut.
Dalam kesempatan
tersebut, Polytama juga memaparkan rencana pengembangan bisnis ke depan yang
dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika
global yang ditandai dengan volatilitas harga energi dan bahan baku, Polytama
menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan bisnis dan keandalan pasokan
kepada pelanggan.
Melalui integrasi
domestik, efisiensi operasional, serta penguatan manajemen risiko, perusahaan
optimistis dapat menghadapi tantangan industri secara adaptif.
“Kami berkomitmen
untuk tetap menjadi mitra yang andal bagi pelanggan, dengan menjaga stabilitas
pasokan, kualitas produk, serta komunikasi yang terbuka di tengah situasi
global yang dinamis,” tambahnya.
Saat ini, produk
polipropilena Polytama dengan merek Masplene® telah digunakan secara luas dalam
berbagai sektor, mulai dari kemasan pangan, alat kesehatan, hingga otomotif dan
kendaraan listrik, yang menunjukkan peran strategis perusahaan dalam mendukung
berbagai industri hilir di Indonesia.
Melalui kegiatan
silaturahmi media ini, Polytama berharap dapat memperkuat sinergi dengan media
sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang objektif dan
berimbang kepada masyarakat.
“Melalui keterbukaan
dan sinergi, kami ingin menunjukkan bahwa industri petrokimia dapat tumbuh
secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi, sekaligus menjaga lingkungan
dan masyarakat,” tutup Dwinanto. (rls)
