![]() |
| ist |
PRO INDRAMAYU BARAT, SUKRA — Bupati Indramayu Lucky Hakim
meninjau langsung dua lokasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kecamatan
Sukra. Dalam peninjauan itu, sekaligus menyalurkan bantuan stimulan
rehabilitasi rumah dari BAZNAS Kabupaten Indramayu pada Rabu (24/6/2026).
Peninjauan dilakukan di Desa Sukra dan Desa Bogor, Kecamatan
Sukra dengan didampingi Camat Sukra, Kepala Desa, serta Ketua BAZNAS Kabupaten
Indramayu.
Bantuan senilai Rp20 juta diberikan secara simbolis kepada
masing-masing keluarga penerima manfaat yang berasal dari dana zakat, infak,
dan sedekah para muzakki.
Lokasi pertama yang dikunjungi berada di Desa Sukra, yakni
rumah milik Wastini (81 tahun) yang hidup seorang diri.
Kondisi tempat tinggal Wastini sangat memprihatinkan setelah
rumah yang sebelumnya dimiliki habis terbakar. Selama ini, Wastini tinggal di
bangunan sederhana yang ditopang dengan bambu dan atap dari terpal bekas yang
berada di samping kandang kambing.
“Alhamdulillah, BAZNAS akan membantu membangunkan rumah yang
nantinya dipantau oleh pemerintah desa dan kecamatan. Ini merupakan kebaikan
dari banyak pihak, termasuk pemilik tanah yang bersedia lahannya digunakan
untuk pembangunan rumah,” ujar Bupati Lucky.
Selanjutnya, Bupati Lucky Hakim meninjau rumah milik Darto
di Desa Bogor. Kondisi bangunan yang ditempati saat ini mengalami keretakan dan
kemiringan yang cukup parah sehingga dinilai membahayakan keselamatan penghuni,
terutama saat hujan dan angin kencang.
Menurut Bupati Lucky, bantuan rehabilitasi rumah tersebut
diharapkan dapat segera direalisasikan agar keluarga penerima manfaat dapat
tinggal di rumah yang lebih aman dan layak.
“Rumah Pak Darto sudah miring, retak, dan berisiko roboh.
Mudah-mudahan proses pembangunannya dapat segera dilakukan. Terima kasih kepada
para muzakki dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya
melalui BAZNAS sehingga dapat membantu masyarakat secara nyata,” katanya.
Bupati Lucky menegaskan, setiap penerima bantuan memiliki
kondisi dan tingkat kerusakan rumah yang berbeda-beda. Namun, seluruhnya
dinilai memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan karena masih berada dalam
kategori kurang layak huni. Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan
untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Saya bersaksi melihat langsung bahwa zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” tambahnya.
Melalui program Rutilahu ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu
bersama BAZNAS terus berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang
mampu sekaligus mewujudkan kehidupan yang lebih layak, sehat, dan sejahtera
bagi warga Indramayu. (rls)
