TfClTSA0GfroTUC5GUd9TUC8BA==

UNISBA-STKIP Al Amin Indramayu Gelar Aksi Tanam Mangrove di Pantai Ujung Ori, Ikat Janji untuk Pesisir Bumi Wiralodra

 

Ist

PRO INDRAMAYU BARAT, SUKRA Deburan ombak di Pantai Ujung Ori, Kabupaten Indramayu, menjadi saksi bisu hadirnya dua institusi pendidikan dari kota yang berbeda, Sabtu (30/5/2026).

Puluhan orang berjajar rapi di bibir pantai, masing-masing menggenggam bibit mangrove yang siap ditancapkan ke lumpur.

Bukan sekadar seremoni tanam pohon biasa, ini adalah wujud nyata dari sebuah kolaborasi akademik yang lahir dari keprihatinan bersama atas kondisi pesisir Indramayu yang terus tergerus banjir rob.

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Program Studi Pendidikan IPA STKIP Al-Amin Indramayu resmi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama.

Bertema “Edukasi Peran Mangrove dalam Adaptasi dan Mitigasi Bencana Banjir Rob di Kawasan Pesisir Indramayu.”

Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa, dan siswa-siswi SMA se-Kabupaten Indramayu dalam satu barisan aksi nyata.

Mangrove: Benteng Hidup yang Semakin Terancam

Sebelum bibit-bibit itu ditanam, para peserta terlebih dahulu mendapat pemaparan mendalam tentang fungsi ekologis mangrove.

Hutan bakau bukan sekadar deretan pohon di tepian laut. Ia adalah sistem pertahanan alami yang melindungi daratan dari hantaman gelombang, meredam dampak abrasi, sekaligus menjadi habitat bagi beragam biota laut yang menopang penghidupan nelayan pesisir.

Dalam konteks Indramayu, urgensi itu terasa sangat nyata. Banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir setiap tahunnya menjadi ancaman serius bagi permukiman warga.

Ketua Tim PkM dari Unisba, Prof. Dr. Ir. Hilwati Hindersah, M.URP, menegaskan bahwa pemulihan ekosistem mangrove adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda.

“Edukasi saja tidak cukup. Kita harus hadir, terjun, dan menanam bersama masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan.

Dua Kota, Satu Semangat

Antusiasme peserta mengalir deras sejak pagi. Mahasiswa PWK Unisba yang datang jauh dari Bandung berbaur akrab dengan mahasiswa IPA STKIP Al-Amin dan pelajar SMA setempat.

Bagi banyak siswa, ini menjadi pengalaman pertama menyentuh langsung ekosistem mangrove dan belajar cara menanamnya dengan benar.

Kepala Prodi IPA STKIP Al-Amin, Aziz Miftahul Ilmi, S.Pd., M.Pd., menyambut antusias kolaborasi ini.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan jembatan yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas lapangan yang sesungguhnya.

“Kami ingin siswa-siswi Indramayu tahu bahwa kampus tidak hanya soal teori di dalam kelas, tapi juga aksi nyata di tengah masyarakat,” katanya.

Turut memperkuat momen ini, Wakil Rektor III STKIP Al-Amin, Drs. Dulwahid Toha, M.Pd.I., hadir langsung dan memberikan dukungan penuh.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Fariz Iqbal Nugraha, S.T., dan Komunitas ESTUARI yang diwakili Asep Andri Astriyandi, M.Pd., pun turut ambil bagian.

Menandai keterlibatan unsur pemerintah daerah dan komunitas lokal dalam gerakan ini.

Kegiatan tersebut pun dihadiri tim dosen PWK UNISBA yang hadir dipimpin oleh Dr. Yulia Asyiawati, ST., M.Si., MT., Ir. Lely Syiddatul Akliyah, S.T., M.Si., dan Dr. Rahma Dewi, S.T., M.IL.

Sedangkan tim dosen Program studi IPA STKIP Al Amin Indramayu dihadiri Suniah, M.Pd., Awan Usy Syuru, M.Pd., Syifa Ur Rahmi, M.Pd., dan Maya Ulfah Sutarba, M.Pd.

Ist

Jabat Tangan yang Ikat Janji untuk Pesisir

Di luar kegiatan penanaman, ada satu momen yang menjadi penanda penting hari itu.

Prodi PWK Unisba dan Prodi IPA STKIP Al-Amin menandatangani Implementation of Arrangement (IA), sebuah perjanjian kerja sama resmi yang mengikat komitmen kedua institusi untuk bersama-sama menjalankan program PKM secara rutin dan berkelanjutan di kawasan pesisir Indramayu.

Penandatanganan yang dilakukan oleh Prof. Hilwati mewakili Kaprodi PWK Unisba dan Aziz Miftahul Ilmi selaku Kaprodi IPA STKIP Al-Amin ini disambut dengan tepuk tangan peserta yang hadir.

Bukan hanya sebagai simbol, IA ini membuka ruang bagi kedua prodi untuk lebih sering hadir di tengah masyarakat Indramayu, termasuk memperkenalkan diri kepada siswa SMA sebagai pilihan studi yang menjanjikan masa depan.

Saat matahari mulai condong ke barat dan para peserta bersiap pulang dengan tangan berlumpur dan hati yang penuh, Pantai Ujung Ori menyimpan harapan baru.

Satu per satu bibit mangrove berdiri kokoh di atas lumpur. Kecil, tapi kelak akan tumbuh menjadi pelindung bagi pesisir dan generasi mendatang Indramayu. (rls)

Simak artikel pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih kanal favoritmu! Akses berita Proinbar.com lewat:

Advertisement


Type above and press Enter to search.

close
close