TfClTSA0GfroTUC5GUd9TUC8BA==

LAKA LANTAS MAUT di Jalur Pantura Jadi Sorotan, Ini Kata Praktisi K3

 

Muhamad Lazuardi Pradivta Komara/Ist

PRO KOTA MANGGA, INDRAMAYU - Kecelakaan lalu lintas di jalur pantura Indramayu pada hingga merenggut belasan korban jiwa wafat mendapat sorotan serius dari praktisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Muhamad Lazuardi Pradivta Komara, SKM, MKKK.

Dia pun meminta pemerintah serius dalam penerapan K3 dalam berlalu lintas di seluruh Indonesia.

“Jumlah korban yang mencapai belasan ini tentunya harus menjadi titik balik pemerintah agar segera membenahi tatanan lalu lintas dengan berlandaskan K3,” tegasnya, Selasa (14/7/2026).

Lazu sapaan akrabnya berpandangan, melihat titik terjadinya kecelakaan di U-Turn hingga kondisi jalan yang lurus, sepi dengan pandangan terbentang sawah tentunya memiliki banyak faktor akibat kecelakaan itu sendiri.

Jika melihat dari sisi faktor manusia tentu bisa juga dilihat ada dugaan kurang fokusnya supir tronton dalam berkendara dikarenakan kondisi jalan lurus Panjang dengan pandangan kanan kiri persawahan. 

“Perjalanan dari ujung perbatasan Sukra Indramayu hingga TKP itu kebanyakan jalan lurus panjang. Ditambah lagi kanan kiri kebanyakan persawahan tentunya itu membuat fokus kurang karena terlalu nyaman atau bahkan memacu diri manusia itu sendiri untuk mengebut atau menjadi tidak menginjak rem atau menarik rem tangan,” jelas pria yang juga menjadi dosen Polindra ini.

Adapun dilihat dari sisi lainnya, seperti sisi sistem tentunya banyak hal mulai dari bentuk U-Turn yang kurang baik sehingga posisi pegendara yang ingin berputar balik tidak terlindungi secara sempurna mengurangi kemungkinan pengendara ditabrak dari belakang. 

“Sederhanya mungkin orang indramayu pasti tau U-Turn yang berada di depan pom bensin jalan pantura arah Cirebon-Jakarta jika ingin menuju Rumah Sakit Mitra Plumbon, dimana mungkin itupun U-Turn belum melindungi penuh tapi setidaknya kelokan untuk mencegah pengendara dibelakang menubruk karena penginjakkan rem yang terlambat atau kendaraan didepan belok mendadak,” tukas pria berkacamata ini.

Sistem lainnya tentunya, dari sisi penggunaan mobil colt back menjadi penumpang dimana ini menandakan kurangnya budaya keselamatan (safety culture) di Indramayu itu sendiri.

Padahal jelas sekali bahwa mobil colt back itu sendiri secara keperuntukkan untuk pengangkutan barang bukan manusia.

“Budaya keselamatan lalu lintas kita masih kurang, mungkin banyak di lihat mobil colt back digunakan mengangkut manusia mulai dari kegiatan pernikahan, wisata bahkan kegiatan pertanian hingga kebudayaan. Maka dari itu perlu keseriusan dari pemerintah baik dari pusat, provinsi hingga pemerintah daerah kabupaten Indramayu yang berkaitan dengan perhubungan, pekerjaan umum hingga melibatkan kepolisian dalam menguatkan budaya keselamatan itu hingga sampai perdesaan,” saran pria yang juga mantan jurnalis ini.

Lazu menambahkan, jika beberapa hal yang disampaikan itu semua berjalan.

Meskipun masih banyak hal lainnya yang menjadikan akibat kecelakaan di jalur pantura tentunya membuat penguatan/barrier dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas tertutama di jalur U-Turn Pantura Kabupaten Indramayu. (rls)

Simak artikel pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih kanal favoritmu! Akses berita Proinbar.com lewat:

Advertisement


Type above and press Enter to search.

close
close