![]() |
| ist |
Salah satu upayanya dilakukan melalui normalisasi saluran irigasi yang dipantau langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim di 3 titik lokasi pada Selasa (7/7/26).
Peninjauan pertama dilakukan di Desa Gabuskulon, Kecamatan Gabuswetan, dengan didampingi Plt. Camat Gabuswetan, Rusyad Nurdin. Di lokasi tersebut, Bupati Lucky Hakim memantau proses pengerukan sedimentasi lumpur di saluran drainase yang berada di depan permukiman warga dan sepanjang jalan utama dengan menggunakan alat berat.
Normalisasi dilakukan untuk mengatasi pendangkalan saluran yang selama ini menghambat aliran air, sekaligus mengurangi potensi genangan saat musim hujan. Bupati Lucky Hakim memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Selanjutnya, Bupati Lucky Hakim meninjau palang pintu air irigasi di Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur. Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto, Bupati Lucky Hakim menegaskan pentingnya menjaga kelancaran distribusi air menuju areal persawahan sebagai penunjang produktivitas pertanian.
"Kita upayakan yang terbaik agar air bisa terdistribusi ke sawah, sehingga pertanian masyarakat semakin maju dan petani lebih sejahtera," ujarnya.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Saluran Irigasi Gabus–Wanguk, yang saat ini juga tengah dilakukan pengerukan sedimentasi dari pintu air hingga ke bagian hilir saluran.
Diketahui, sedimentasi di saluran tersebut terus meningkat dalam dua tahun terakhir sehingga menyebabkan pendangkalan. Kondisi ini dipicu oleh endapan sisa material tanah dari pembangunan pembatas di sekitar pintu air, serta kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah ke saluran irigasi akibat belum tersedianya tempat pembuangan sampah yang memadai.
Plt. Camat Gabuswetan Rusyad Nurdin mengatakan, normalisasi irigasi merupakan langkah mendesak untuk mengatasi persoalan pendangkalan dan penyumbatan aliran air yang selama ini menjadi keluhan petani. Menurutnya, dengan saluran irigasi yang kembali berfungsi optimal, distribusi air menuju areal persawahan akan semakin lancar sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
"Kami ingin memastikan pekerjaan ini selesai dengan baik, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi. Hasilnya harus segera dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani yang sangat bergantung pada kestabilan pasokan air," katanya.
Kehadiran Bupati Lucky Hakim bersama jajaran pemerintah daerah mendapat apresiasi dari masyarakat. Para petani berharap normalisasi yang tengah dilaksanakan mampu mengatasi persoalan kekurangan air saat musim tanam serta meningkatkan hasil produksi pertanian secara berkelanjutan. (rls)
