TfClTSA0GfroTUC5GUd9TUC8BA==

WAJIB SERTIFIKASI, 25 Cook SPPG Dapur MBG Ikuti Uji Kompetensi

25 Cook mengikuti uji kompetensi bertempat di SPPG Dapur Hj Nani Sukra Wetan, Sabtu-Minggu (8-9/11/2025)

PRO INDRAMAYU BARATSebanyak 25 juru masak dari 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti uji kompetensi cook Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Uji kompetensi ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Mingu (8-9/11 2025) bertempat di SPPG Dapur Hj Nani Sukra Wetan, Kecamatan Sukra.

Ketua penyelenggara, DR Dra Hj Siti Ubaedah MM menjelaskan, uji kompetensi perdana ini diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Tujuannya mendorong seluruh tenaga pengolah makanan dalam program MBG memiliki standar keahlian dan kompetensi profesional di bidang tata boga dan gizi masyarakat.

“Kami mengadakan uji kompetensi ini juga sebagai bentuk kontribusi dalam memastikan tenaga pengelola makanan di dapur SPPG memiliki standar kompetensi yang terukur dan bersertifikat nasional. Demi suksesnya program MBG,” ucap Siti Ubaedah.

Tak hanya itu, uji kompetensi ini diadakan menyusul keluarnya aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Yang mewajibkan setiap koki di SPPG untuk memiliki sertifikat dari lembaga.

Hal ini merupakan prosedur operasi standar (SOP) baru buntut maraknya kasus keracunan MBG di berbagai daerah. 

Program MBG ini menyentuh langsung kebutuhan gizi anak-anak di sekolah. Karena itu, kompetensi para chef yang menyiapkan makanan harus benar-benar terjamin,” sambungnya.

Selain dari Kabupaten Indramayu, peserta juga berasal dari SPPG Jakarta dan Brebes, Jawa Tengah.

“Terbanyak dari Indramayu. Ada dari Kecamatan Sukra, Patrol, Haurgeulis, Anjatan, Kandanghaur, Gabuswetan, Terisi, Sindang sampai Karangampel,” sebutnya.

Umi sapaan akrab Siti Ubaedah menerangkan, dalam proses uji kompetensi, setiap peserta diwajibkan mengikuti beragam materi.

Mulai dari praktek memasak, planting makanan sampai wawancara uji kompetensi.

Kemudian kelayakan menu, kebersihan, serta kandungan gizinya menjadi aspek penting dalam penilaian.

“Dengan adanya sertifikasi ini, para cook dapur MBG diharapkan mampu memberikan pelayanan pemenuhan gizi yang lebih baik. Kemudian, selain meningkatkan kualitas para juru masak, sertifikasi ini juga menjadi upaya untuk menjamin bahwa penyajian makanan di dapur MBG sesuai dengan aturan baku BGN dan petunjuk teknis sertifikasi nasional,” terangnya.

Umi berharap, uji kompetensi bagi para cook SPPG ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Sehingga kedepannya, seluruh dapur MBG di Kabupaten Indramayu dikelola oleh tenaga yang telah tersertifikasi dan bekerja berdasar standar baku gizi nasional. (*)

Komentar0

Simak artikel pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih kanal favoritmu! Akses berita Proinbar.com lewat:

Advertisement


Type above and press Enter to search.

close
close