TfClTSA0GfroTUC5GUd9TUC8BA==

BAZNAS-PEMCAM HAURGEULIS Gandeng Ibu-ibu Majelis Taklim, Dongkrak Penerimaan Zakat hingga Kelola Sampah dari Rumah

 

Wisuda Mahasantri MTKD Al Ikhlas Haurgeulis, Sabtu (11/4/2026)

PRO INDRAMAYU BARAT, HAURGEULIS – Majelis taklim digandeng untuk terlibat dalam penguatan nilai keagamaan dan kebersihan lingkungan.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu meminta lembaga sosial keagamaan nonformal dengan jumlah jamaah yang sangat besar ini untuk turut membantu mendongkrak penerimaan zakat.

Sementara, Pemerintah Kecamatan Haurgeulis mengajak ibu-ibu majelis taklim bertindak nyata dalam perubahan perilaku masyarakat melalui pengelolaan sampah rumah tangga.

Permintaan dan ajakan itu diutarakan Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Dr H Aspuri serta Camat Haurgeulis Rory Firmansyah SSTP, MSi.

Saat keduanya menghadiri acara Wisuda Mahasantri MTKD Al Iklhas Haurgeulis bertempat di aula Gedung Giwangkara SMK Muhammadiyah Haurgeulis ini dihelat, Sabtu (11/4/2026).

Aspuri mengatakan, upaya mengajak majelis taklim ini dilakukan untuk menggenjot pengumpulan zakat di Kabupaten Indramayu.

Karena itu, dia berharap ibu-ibu yang tergabung dalam majelis taklim dapat menjadi Mitra Baznas yang bertindak sebagai edukator.

Mengedukasi masyarakat khususnya para jamaah majelis taklim mengenai fikih zakat, infak, sedekah maupun wakaf yang seringkali masih rendah.

“Tidak hanya menjadi entitas yang mengimplementasikan zakat, majelis taklim ini juga bertindak memberikan literasi kepada masyarakat sehingga kesadaran untuk menunaikan zakat meningkat,” katanya.

Sementara Camat Haurgeulis, Rory Firmansyah mengungkapkan, sampah masih menjadi persoalan serius. Dampaknya pun serius. Mulai dari masalah kesehatan, kebersihan hingga sosial.

Sehingga perlu adanya solusi yang sistematis. Yakni perubahan perilaku dalam menghargai kesehatan, salah satunya melalui pengelolaan sampah rumah tangga dari sumbernya.

Karena itu, Ia mengajak ibu-ibu majelis taklim untuk mulai membiasakan pemilahan sampah, pembuatan lubang biopori, serta langkah-langkah sederhana lainnya yang dapat dilakukan dari rumah.

Menurut Rory, peran majelis taklim dan kelompok pengajian sangat strategis dalam menyebarkan perubahan perilaku di tengah masyarakat. Apalagi jumlah jamaah majelis taklim sangat banyak, hingga ke tingkat RT/RW.

Majelis taklim memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam mitigasi krisis sampah.

Di berbagai daerah, majelis taklim telah beraksi, menghadirkan inovasi cerdas untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab dan berkelanjutan

"Saya berharap, dan saya yakin melalui majelis taklim ini mampu mendorong kesadaran kolektif untuk memperbaiki kualitas hidup, menjaga lingkungan dan kesehatan,” jelasnya. (Kho)

Simak artikel pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih kanal favoritmu! Akses berita Proinbar.com lewat:

Advertisement


Type above and press Enter to search.

close
close