![]() |
| Ist |
PRO KOTA MANGGA, BALONGAN - PT
Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan kembali menggelar agenda
rutin Monthly Grand Safety Talk (MoGas) untuk periode Agustus 2026 pada Rabu
(26/8).
Bertempat di Area
Workshop Maintenance Execution Kilang Balongan, kegiatan ini merupakan bagian
dari implementasi Safety Leadership Program (SLP) guna memperkuat budaya
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lini operasional.
Rangkaian MoGas edisi
Agustus ini diawali dengan sosialisasi dan edukasi praktis aspek Health,
Safety, Security, and Environment (HSSE), khususnya pentingnya penggunaan
kacamata safety untuk perlindungan mata.
Tim peraga
menghadirkan simulasi langsung mengenai risiko bahaya kerja, seperti benturan
benda tajam, kejatuhan material keras, hingga ancaman semprotan cat dan cairan
kimia berbahaya pada organ penglihatan.
Visualisasi tersebut
secara langsung menggambarkan perbedaan signifikan antara mata yang terlindungi
kacamata standar HSSE dengan yang tidak.
Edukasi ini menegaskan
bahwa penggunaan kacamata safety merupakan Alat Pelindung Diri (APD) mutlak
yang wajib digunakan untuk mencegah cedera fatal selama beraktivitas di area
kilang.
Memasuki inti acara,
jajaran manajemen RU Balongan menyampaikan arahan Safety Talk secara berurutan,
memberikan penekanan dari sudut pandang engineering, operasional produksi,
hingga komitmen kepemimpinan puncak.
Penyampaian pesan keselamatan yang pertama disampaikan oleh Manager Engineering & Development.
Pada kesempatan tersebut Wahyu Agus Susanto menyampaikan evaluasi
mendalam melalui lesson learned dari kejadian di lokasi lain.
Wahyu menguraikan 3
(tiga) pelajaran penting yang wajib menjadi pedoman seluruh pekerja, yaitu
Jangan Menormalisasi Kondisi Tidak Aman, Tingkatkan Situational Awareness dan
Terapkan CLSR dan Stop Work Authority (SWA).
“Tidak ada target
operasi yang lebih penting daripada keselamatan. Kegiatan MoGas hari ini tidak
hanya menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat
komitmen kita dalam menerapkan CLSR secara konsisten di setiap aktivitas
kerja," tegas Wahyu.
Sementara itu Manager
Produksi I, Ari Wicaksono menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan
keselamatan di area berisiko tinggi serta pelarangan penggunaan perangkat tidak
terotorisasi di area kilang.
"Kilang merupakan
area dengan potensi bahaya tinggi, sehingga seluruh ketentuan yang berlaku
bukan bertujuan untuk mempersulit pekerja, melainkan menjadi benteng pertahanan
(barrier) dalam mencegah terjadinya insiden,” ujar Ari.
Ditambahkan Ari,
Peralatan elektronik yang tidak sesuai standar dapat menjadi sumber penyalaan
(ignition source) di area dengan potensi atmosfer mudah terbakar.
Handphone yang tidak
terdaftar atau tidak memiliki otorisasi dilarang keras digunakan di dalam area
pagar kilang demi menjaga keselamatan bersama.
Sesi Safety Talk MoGas
untuk bulan Agustus diakhiri dengan arahan dari Executive General Manager RU
Balongan, Yulianto Triwibowo, yang menegaskan komitmen manajemen puncak
terhadap kepemimpinan keselamatan.
Dalam arahannya pada
kegiatan Monthly Grand Safety Talk (MOGAS) RU Balongan, Executive General Manager
RU Balongan, Yulianto Triwibowo, menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh
pekerja dan kontraktor dalam menjaga keandalan serta budaya keselamatan kerja
di lingkungan operasional kilang.
"Sebagai
perusahaan dengan tingkat risiko tinggi, kita memikul tanggung jawab yang
sangat besar. Tanggung jawab tersebut dapat kita wujudkan melalui kepatuhan
total terhadap aspek keselamatan, kepedulian terhadap sesama rekan kerja, serta
pelaksanaan inspeksi dan pemeliharaan terencana demi memastikan seluruh peralatan
operasional berada dalam kondisi handal dan certified," terang Yulianto.
Menjelaskan lebih
lanjut, Yulianto menegaskan bawa keselamatan bukan sekadar pemenuhan prosedur,
melainkan bentuk rasa sayang dan kepedulian Manajemen kepada seluruh tim dan
mitra kerja.
“Saya meminta seluruh
jajaran mulai dari fungsi Operasi, Maintenance, MPS, hingga HSSE untuk
memperkuat pengawasan, tingkatkan kompetensi, dan memastikan pengawasan ketat
terhadap setiap aktivitas kritis guna mewujudkan operasional kilang yang aman,
andal, serta zero accidentn"
pungkasnya. (rls)
